Terbitonenews.online || Surabaya,13 April 2026 – Ketua Umum Yayasan Bangga Indonesia Maju (YBIM) secara tegas menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sikap sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap kegiatan sosial kemanusiaan.
Kegiatan YBIM Art Charity, yang semula dijadwalkan pada 16–18 April 2026 di Hotel Sahid Surabaya, terpaksa ditunda hingga Juni 2026 akibat tidak adanya dukungan sponsorship dari pihak BUMN.
“Kami sangat kecewa. Proposal sudah kami kirim secara resmi, namun banyak BUMN yang tidak merespons sama sekali. Ini menunjukkan rendahnya kepedulian terhadap kegiatan sosial,” tegas Ketua Umum YBIM.
YBIM juga mengungkap adanya dugaan ketidakprofesionalan dalam pengelolaan proposal sponsorship di sejumlah BUMN. Beberapa pihak menyatakan tidak menerima proposal, namun setelah ditunjukkan bukti penerimaan, justru menyampaikan bahwa dokumen sudah berada di meja pimpinan dan tidak dapat ditelusuri kembali.
Lebih ironis lagi, terdapat BUMN yang melalui petugas internal menyampaikan bahwa proposal sudah masuk ke pimpinan, namun kemudian beralasan tidak tersedia anggaran, bahkan meminta agar proposal dicari kembali di antara tumpukan dokumen yang tidak terkelola dengan baik.
Sementara itu, sebagian BUMN lainnya sama sekali tidak memberikan tanggapan, baik secara tertulis maupun komunikasi langsung kepada pihak yayasan.
“Ini bukan sekadar soal sponsorship. Ini soal komitmen terhadap tanggung jawab sosial. Kalau kegiatan amal saja diabaikan, lalu di mana letak kepedulian itu?” lanjutnya.
Ketua Umum YBIM menilai bahwa realita ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial yang digagas oleh yayasan masih dipandang sebelah mata oleh sebagian BUMN.
Sebagai langkah lanjutan, YBIM memutuskan untuk beralih fokus ke perusahaan swasta yang dinilai lebih terbuka dan responsif terhadap kegiatan sosial.
“Kami akan lebih selektif. Jika BUMN tidak peduli, masih banyak pihak swasta yang justru memiliki komitmen nyata terhadap kegiatan kemanusiaan,” ujarnya.
YBIM juga menegaskan bahwa pihaknya akan membuka secara transparan nama-nama BUMN yang telah dihubungi dalam sesi press release berikutnya.
Kami berharap kegiatan sosial juga menjadi prioritas nyata, bukan hanya program di atas kertas.
“Kami akan sampaikan secara terbuka agar publik dapat menilai sendiri,” tutup Ketua Umum YBIM. (Pnp)
