Terbitonenews.online || Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V dalam hal ini Aspers Dankodaeral V Kolonel Laut (P) Rahadian Rahmadi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025-2030 dan Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang dipimpin Ketua Umum MUI Pusat, KH. Anwar Iskandar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Minggu (12/7/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, serta pengurus MUI dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Gubernur Jawa Timur yang disambut iringan hadrah, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 10 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, laporan Sekretaris MUI Provinsi Jawa Timur, serta pembacaan Surat Keputusan Pengurus MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat dengan mengukuhkan sebanyak 43 pengurus MUI Provinsi Jawa Timur, dilanjutkan penandatanganan berita acara pengukuhan dan pemberian ucapan selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan. Selanjutnya dilakukan pengukuhan 46 pengurus Komisi, Badan, dan Lembaga MUI Provinsi Jawa Timur oleh Ketua Umum MUI Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan mitra strategis dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing. "Selama ini, sinergi yang erat antara ulama dan umara menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat kerukunan dan toleransi, serta mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan ekonomi syariah dan pengembangan ekosistem industri halal," ujarnya.
Lebih lanjut Gubernur Jawa Timur juga menegaskan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Ia juga berharap MUI terus memperkuat perannya dalam membangun literasi keagamaan di ruang digital. Dakwah yang moderat, santun, sejuk, dan mencerahkan perlu semakin hadir di berbagai platform digital sebagai penyeimbang terhadap maraknya disinformasi, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi memecah persatuan dan kerukunan umat.
"Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, MUI, dan seluruh elemen masyarakat, saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi provinsi yang aman, damai, religius, serta mampu menjadi teladan dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang rukun, inklusif, dan berkemajuan," tutupnya.
Kehadiran Kodaeral V pada kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Laut dalam mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh komponen bangsa guna menjaga stabilitas keamanan, memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan kondusif.
Demikian berita Dinas Penerangan Kodaeral V. (Pnp)
